Mukidi yang cemburuan sering bepergian tugas luar kota. Saking cemburunya dia sering telpon Markonahnya.
Mukidi: “Sayaang, dimana dikau?”
Markonah: “Di rumah aja pah, biasa di dapur.”
Mukidi: “Beneran nih?”
Markonah: “Iya dong, dear.”
Mukidi: “Coba nyalakan blender!”
Markonah: (Menyalakan blender).
Mukidi: (Yakin Markonahnya bener di rumah) “Ok deh my love, goodbye.”
Hari berikutnya si Mukidi telepon lagi.
Mukidi: “Markonahku sayang, sedang di mana dikau?”
Markonah: “Lagi di rumah atuh, sweetheart. Biasa masak di dapur.”
Mukidi: “Sungguhkah?”
Markonah: “Yes darling.”
Mukidi: “Nyalakanlah blender.”
Markonah: (Menyalakan blender) “Rereereerrrr.”
Mukidi: “Ok deh my love kiss you.”
Hari selanjutnya, Mukidi memutuskan pulang ke rumah tanpa memberitahu dan hanya menemukan putranya, Mukiran, di rumah sendirian.
Mukidi: “ran, mana mamimu?”
Mukiran: “Ga tau pah. Sudah 2 hari mama ga pulang, tapi perginya bawa blender.”
Monday, July 3, 2017
Mukidi Fans Club- Mukidi Cemburu ama Markonah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment