Di sebuah Rumah Sakit Jiwa di daerah Grogol, Jakarta, para dokternya sedang mengetes kesembuhan para pasien mereka dengan cara menyuruh mereka melompat ke sebuah kolam renang tak berair dengan kedalaman 3 meter.
Dokter Semar: “Gareng! Coba kamu lompat ke kolam!”
Pasien Gareng: “Okeeey, Pak!”
(Gubrrraaak! Gareng badannya memar dan patah).
Dokter Semar: “Berarti Gareng belum sembuh, perlu mendapatkan perawatan kembali, plus perawatan fisiknya yang memar dan patah-patah! Petruuuk!, kamu selanjutnya!”
Pasien Petruk: “Mangga atuh, Bapa Dokteeer!”
(Gedeeebuuug! Petruk diam, tak bergerak, tanpa suara, nggak bernafas lagi).
Dokter Semar: “Kabarkan kepada keluarganya, Petruk tidak lulus, dan sampaikan kabar duka cita kepada mereka, Perawat! Selanjutnya, Pasien mukidi lompat!”
Mukidi: “Nggak, nggak, nggak mau ah, Paaak!”
Dokter Semar: “Wah! Wah! Wah! Kamu sudah sembuh rupanya, dan kamu bisa pulang dan kembali bersosialisasi ditengah-tengah keluargamu dan masyarakat. Tapi, Pak Dokter ingin tau apa sebabnya kamu nggak mau melompat ke kolam, mukidi?
Mukidi: “Hihihi, nggak mau ah, Bapa Dokter! Airnya dingiiin! Brrr, brrr, brrr!
Dokter Semar: (Tepok jidat dan bergumam dalam hati) “Ternyata mukidi pun, masih gilaaa!”
Monday, July 3, 2017
Mukidi Fans Club- Mukidi Ama Dokter Sama Sama Gilaaa
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment